Home Opini Cerita Pengguna
Cerita Pengguna Linux


Open Source dan Indonesia? Bukan Pasangan Serasi..
Written by Haris   

Open source dan Indonesia bukanlah pasangan serasi. Lho? Apaan emang. Tetapi iniah yang terjadi. Jika Indonesia memang cocok dengan open source, harusnya tak ada lagi pembajakan software berbayar, paling tidak rasionya kecil. Tetapi pada kenyataannya hal ini tidak terjadi. Mungkin memang benar, ya, sangat benar bahwa saat ini Indonesia belum jadian dengan open source. Dari sisi lain kita punya harapan. Meskipun belum cocok, Indonesia sedang dalam masa pendekatan menuju Indonesia yang open source. Kita lihat di Indonesia sudah ada banyak pengembang software open source Linux, sebagai contoh DOSCOM (Dinus Open Source Community). Mereka merupakan pengembang dari distro Tea Linux OS. Sebuah OS racikan anak bangsa. Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa generasi mendatang Indonesia dapat menjadi pasangan serasi dengan open soure melalui para penerus-penerus bangsa seperti mereka.

Namun, memang ada beberapa faktor yang sangat menghambat perkembangan open soure di Indonesia. Salah satunya yaitu menggunakan software berbayar TETAPI ilegal alias bajakan. Jika kita ingin Indonesia agar benar-benar serasi dengan open soure, muali dari sekarang kita harus mulai menekan keluar penggunaan software ilegal tersebut. Harus dicatat bahaw saat ini Indonesia berada di posisi pertama yang paling banyak menggunakan software bajakan. Kita harus bertindak agar catatan itu bisa kita ubah menjadi nomor satu pengguna open source dan pengembang open source dan menjadi nomor terakhir untuk pengguna software bajakan.

Read more...
 
Beda Linux dan Windows
Written by Rusmanto   

 

Apa Beda Linux & Windows?

Sebelum memahami perbedaan, berikut ini persamaan Linux dan Windows :
Linux dan Windows sama-sama nama untuk sistem operasi "komputer" dan sama-sama punya beberapa jenis atau pilihan, misal Linux Nusantara, BlankOn, Ubuntu, Mandriva, Fedora, openSUSE, Slackware, Debian, Gentoo, Redhat, Mint, dll. Sedangkan di Windows ada Windows 98, Me, XP, Vista, 7, Server 2008, Mobile, dll. "Komputer" itu bisa berupa pc, notebook, smartphone, dll.

Persamaan adanya pilihan/jenis di atas sebenarynya tidak persis sama, karena jenis Windows itu hanya tersedia buatan MS (Microsoft), sedangkan jenis Linux itu bisa buatan beberapa pihak yg berbeda. Tidak ada Windows buatan Indonesia, sedangkan Linux ada yang dibuat Indonesia, misalnya Nusantara dibuat (tepatnya didanai) pemerintah, BlankOn dibuat yayasan dan sebagian komunitas Linux di Indonesia, Ubuntu dibuat perusahaan bernama Canonical yang berpusat di Eropa, Mandriva dibuat perusahaan Mandriva yg berpusat di Perancis, Fedora dibuat komunitas yg didanai RedHat di Amerika, openSUSE dibuat perusahaan Novel di Jerman, dsb.

Read more...
 
Pejuang Tanpa Tanda Jasa
Written by Romi M   
Thursday, 10 September 2009 23:09

Kita butuh pejuang...

Tulisan berikut sedikit bercerita tentang adanya di sisi-sisi kehidupan kita suatu pergerakan yang terjadi diseluruh pelosok negeri ini. Dimana pergerakannya bersifat menyeluruh, sporadis dan merata di seluruh tanah air. Pergerakan pejuang open source, dalam memasyarakatkan penggunaan operating system dan software open source.

Kalau dahulu gelar tersebut di sematkan kepada para pahlawan yang telah membela tanah air merebut kemerdekaan dari tangan penjajah tentunya menjadi keharusan. Karena mereka benar-benar secara spontan dan tergerak secara manusiawi untuk berontak dan mempertahankan diri dari belenggu yang mengikat dan menindasnya selama berabad-abad lamanya. Setelah kemerdekaan itu berhasil di rebut, kemudian pertanyaannya mau diapakan mereka, wong jumlahnya saja dari sabang sampai marauke alias dari seluruh penjuru tanah air. Memberikan penghargaan secara fisik kepada individu dari berjuta pejuang di tanah air tentunya menjadi hal yang sangat tidak mungkin karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pahlawan tanpa tanda jasa... dari rakyat jelata hingga jendral pantas menerimanya, karena memang seluruh komponen masyarakat turut aktif berjuang untuk memperoleh kemerdekaan, dan semuanya kini menikmati.

Read more...
 
Opini Diana
Written by mandor   
dianahmm.. Aku ini cuma pengguna (user) internet biasa, ngga ngerti banyak seluk-beluknya.. make pertama kali internetan jaman SMP waktu itu diajakin saudara-saudara di Jakarta join Friendster-an.. truz coba-coba ke warnet, waktu itu masih pake program yg "lama".. lagi asyik-asyiknya internetan dengar kabar ada swipping ke warnet-warnet dan banyak warnet pada ganti menggunakan linux.. BINGUNG! satu kata waktu pertama kali pake linux, tapi lama kelamaan makin asyik, justru sekarang bingung pake program yg "lama".. huahahaha
 
Opini Bimo
Written by mandor   
bimoLinux?? susah?? alasan banyak teman yang aku dengar. Saya menggunakan sistem operasi yang satu ini bukannya saya mau gaya atau lain dari pada teman banyak gunakan di kalangan umurku, tapi saya lihat dari source kode systemnya yang free dan utama adalah halal. Free arti ini adalah bebas kita miliki tanpa takut razia dan bebas kita download, lain judulnya jika beli dari seseorang atau perusahan “toko” penyedia (emangnya cd/dvd gratis...?). Update sytem pun bisa saya dapat dari repository-nya. Ada satu lagi yang bikin tertarik adalah kebutuhan hardware yang minimal, efek desktop, serta bisa membantu saya tidak mudah lupa karena linux bikin kita berfikir kritis dalam menjalankan sesuatu program baru atau tambahan. Bagi diri pribadi saya system dengan label opensource sangat menarik dan bebas dari penyakit luar yang sering di eluh-eluhkan banyak orang dalam hal ini adalah “virus”, baik “virus” lokal maupun luar.
 
« StartPrev123NextEnd »

Page 1 of 3
Custom Search

Facebook Share

Share on facebook